Dorong Logistik Timur, TransContinent Resmikan PLB di Gorontalo
Di publish pada 26-03-2026 09:33:15
JAKARTA – PT TransContinent memperluas jaringan bisnisnya dengan mengoperasikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Provinsi Gorontalo. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi pengungkit penguatan ekosistem logistik serta perdagangan internasional di kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
PLB merupakan fasilitas fiskal dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menimbun barang impor maupun ekspor dengan penangguhan bea masuk dan pajak. Barang dapat disimpan hingga tiga tahun, sehingga memberi fleksibilitas dan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasok.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah, menyampaikan dukungan terhadap operasional PLB tersebut usai pemaparan proses bisnis perusahaan di Jakarta.
“Kami mendukung PT TransContinent dalam menghadirkan layanan logistik yang andal, khususnya untuk kawasan Indonesia Tengah dan Timur,” ujar Zaky. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.
Senada, Kepala Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan, menilai kehadiran PLB ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di daerah.
“Fasilitas ini memberikan dukungan nyata bagi pelaku ekspor impor dan usaha lokal melalui pengelolaan logistik yang lebih efisien, cepat, dan kompetitif,” ujarnya.
CEO PT TransContinent, Ismail Rasyid, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Bea Cukai, dalam mendorong kelancaran operasional perusahaan.
Menurutnya, PLB di Gorontalo diharapkan dapat mempercepat proses ekspor impor di kawasan Timur Indonesia yang selama ini masih bergantung pada pelabuhan di Pulau Jawa.
“Kami berharap PLB ini dapat mendorong pengiriman langsung (direct shipment) dari luar negeri ke Gorontalo, sehingga rantai logistik menjadi lebih singkat dan efisien,” kata Ismail.
Keberadaan PLB ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi berbagai sektor, seperti pertambangan, agroindustri, peternakan, dan sektor produktif lainnya. Kedekatan fasilitas logistik dengan sumber produksi memungkinkan pelaku usaha menekan biaya, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan kepastian usaha.
Dalam jangka panjang, efisiensi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dan perdagangan global.
Saat ini PT TransContinent memiliki sekitar 400 karyawan, didukung lebih dari 300 armada darat, serta jaringan 22 cabang di Indonesia dan dua cabang di luar negeri, yakni Australia dan Filipina. Perusahaan ini juga menjadi pelopor di Indonesia dalam memperoleh sertifikasi pengangkutan sianida untuk kebutuhan industri pertambangan emas.
Selain PLB, perusahaan juga mengembangkan lahan seluas 18 hektare di Gorontalo untuk berbagai kegiatan usaha, antara lain penggemukan sapi, pembangunan pabrik virgin coconut oil (VCO), pengolahan nilam, serta industri turunan kelapa seperti arang dan karbon aktif. Investasi ini diharapkan membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Gorontalo pada November 2025 mencapai USUSD8,35 juta, meningkat dibanding bulan sebelumnya, dengan komoditas utama berupa pelet kayu dan produk turunan pertanian.
Dengan dukungan infrastruktur logistik yang semakin kuat, Gorontalo diproyeksikan dapat memperkuat perannya sebagai simpul perdagangan dan distribusi di kawasan Indonesia Timur.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses