Bea Cukai Sulbagtara Dorong UMKM Sulut Menembus Pasar Hong Kong
Di publish pada 22-06-2026 13:32:21
Manado, 18 Juni 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Kanwil DJBC Sulbagtara) menyelenggarakan Edukasi Online Klinik Ekspor bertema “Strategi UMKM Menembus Pasar Hong Kong” pada Kamis (18/6) melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Zaky Firmansyah, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, sebagai keynote speaker, serta Aldin Jauhari, Konsul Perdagangan KJRI Hong Kong, dan Rr. Ineswara Trihandia, BNI Xpora Business & Partnership Department Head, sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Zaky Firmansyah menyampaikan bahwa Sulawesi Utara memiliki posisi strategis di kawasan Pasifik dan didukung oleh potensi komoditas ekspor yang kuat, mulai dari hasil perikanan, kelapa dan turunannya, pala, cengkeh, kopi, hingga berbagai produk olahan pangan. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara bukan daerah yang baru belajar ekspor, melainkan daerah yang telah memiliki fondasi ekspor yang kuat dan terus berkembang. Pertumbuhan nilai Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sulawesi Utara yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan daya saing produk daerah yang semakin baik.
Lebih lanjut, Zaky menjelaskan bahwa Hong Kong dipilih sebagai fokus pembahasan karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Asia sekaligus gerbang menuju pasar Tiongkok dan berbagai negara lainnya. Menurutnya, peluang tersebut sangat relevan bagi Sulawesi Utara yang memiliki karakteristik komoditas sesuai dengan kebutuhan pasar Hong Kong, khususnya produk perikanan, pangan premium, rempah-rempah, dan produk bernilai tambah.
Pada sesi pemaparan, Aldin Jauhari menjelaskan bahwa Hong Kong merupakan pasar yang sangat menarik bagi produk Indonesia. Selain memiliki daya beli masyarakat yang tinggi, wilayah ini juga berperan sebagai pusat perdagangan internasional yang menghubungkan produsen dengan pasar global. Lebih dari 95 persen kebutuhan pangan dan barang konsumsi Hong Kong berasal dari impor, sementara sebagian besar barang yang masuk kembali didistribusikan ke berbagai negara sehingga memberikan peluang lebih luas bagi eksportir Indonesia.
Aldin juga menyampaikan bahwa Hong Kong menerapkan kebijakan perdagangan yang terbuka dengan pembebasan bea masuk untuk sebagian besar produk impor. Kondisi ini memberikan keuntungan kompetitif bagi produk Indonesia yang ingin memasuki pasar tersebut. Selain itu, Hong Kong secara rutin menjadi tuan rumah berbagai pameran dagang internasional yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan menjangkau calon pembeli dari berbagai negara.
Berdasarkan data perdagangan yang dipaparkan, nilai ekspor Indonesia ke Hong Kong pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar USD 2,29 miliar. Komoditas utama yang diekspor meliputi perhiasan, produk elektronik, logam mulia, batu bara, tembakau, produk tekstil, makanan dan minuman olahan, serta berbagai produk lainnya yang menunjukkan masih terbukanya peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar.
Sementara itu, Rr. Ineswara Trihandia menjelaskan berbagai tantangan yang masih dihadapi UMKM dalam memasuki pasar ekspor, antara lain daya saing produk, pemahaman terhadap prosedur dan perizinan ekspor, keterbatasan akses pembiayaan, akses pasar internasional, serta kapabilitas digital. Menurutnya, tantangan tersebut perlu diatasi melalui peningkatan kapasitas usaha, pendampingan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Melalui program BNI Xpora, BNI menghadirkan berbagai dukungan bagi UMKM melalui pendekatan Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Dukungan tersebut mencakup edukasi dan pendampingan usaha, akses platform digital, business matching, akses pasar internasional, hingga berbagai solusi pembiayaan yang dirancang untuk membantu UMKM berkembang menjadi eksportir yang berdaya saing global.
Kegiatan Edukasi Online Klinik Ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai karakteristik pasar Hong Kong, strategi memasuki pasar internasional, serta berbagai fasilitas dan dukungan yang tersedia untuk mendukung kegiatan ekspor. Melalui sinergi antara pemerintah, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, sektor perbankan, dan pelaku usaha, semakin banyak UMKM Sulawesi Utara diharapkan mampu memanfaatkan peluang pasar global dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor daerah maupun nasional.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses