Bea Cukai Sulbagtara Dorong Daya Saing Ekspor Melalui BRI North Sulawesi Global Trade Gathering 2026
Di publish pada 15-07-2026 16:05:31
MANADO, 15 Juli 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan BRI North Sulawesi Global Trade Gathering 2026 bertajuk Empowering Export & Import Business yang diselenggarakan di Aston Hotel Manado, Rabu (15/7).
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dan pelaku usaha untuk memperkuat pemahaman mengenai peluang ekspor, fasilitas kepabeanan, serta pengembangan perdagangan internasional dari Sulawesi Utara.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Eko Budiono, Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara. Selanjutnya, Dody Ginting, Kepala Seksi Perizinan Fasilitas I, memaparkan berbagai fasilitas kepabeanan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha guna meningkatkan efisiensi dan daya saing industri, di antaranya Kawasan Berikat (KB), Gudang Berikat (GB), Pusat Logistik Berikat (PLB), serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut Dody, berbagai fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan dalam kegiatan produksi, penyimpanan, dan distribusi barang sehingga dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. "Fasilitas kepabeanan merupakan instrumen pemerintah untuk mendorong investasi, memperkuat industri, dan menciptakan iklim ekspor yang semakin kompetitif," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dody juga memaparkan perkembangan ekspor Sulawesi Utara. Ia menjelaskan bahwa kinerja ekspor daerah terus menunjukkan tren yang positif dengan didukung semakin berkembangnya layanan Direct Call dari Pelabuhan Bitung yang memangkas rantai logistik menuju pasar internasional. Selain itu, ia menampilkan data 10 eksportir terbesar Sulawesi Utara berdasarkan nilai devisa ekspor yang didominasi sektor industri kelapa dan turunannya, serta lima komoditas utama ekspor, yaitu minyak kelapa dan turunannya, asam lemak industri, minyak kelapa sawit dan fraksinya, gliserol mentah, serta bungkil dan residu padat nabati. Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan kontribusi ekspor melalui penguatan sektor unggulan daerah.
Tidak hanya menyasar perusahaan besar, Bea Cukai juga terus mendorong peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Dody memperkenalkan Portal UMKM Kemenkeu sebagai sarana pembinaan terintegrasi yang memungkinkan pelaku UMKM membangun profil usaha, mempromosikan produknya melalui UMKM Market (e-Katalog), memperoleh informasi peluang pasar, mengakses layanan konsultasi, hingga mendapatkan pengakuan sebagai UMKM Siap Ekspor. "Portal ini dihadirkan sebagai gerbang pembinaan agar semakin banyak UMKM Indonesia yang siap bersaing di pasar global," kata Dody.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha memperoleh gambaran mengenai berbagai dukungan yang disediakan Bea Cukai untuk memperkuat ekosistem ekspor, mulai dari fasilitas kepabeanan, pengembangan konektivitas melalui Direct Call, hingga pendampingan bagi UMKM. Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru serta meningkatkan kontribusi ekspor Sulawesi Utara terhadap perekonomian nasional.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses