Ekspor Perdana Arang Tempurung Kelapa UMKM Langsung ke China Bukti Nyata Manfaat Direct Call Bitung–China
Di publish pada 24-06-2026 15:25:47
BITUNG, 22 Juni 2026 – Upaya kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Bea Cukai, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan Direct Call Bitung–China mulai menunjukkan hasil nyata.
Untuk pertama kalinya, ekspor arang tempurung kelapa hasil produksi UMKM Sulawesi Utara diberangkatkan langsung dari Pelabuhan Bitung menuju China menggunakan kapal internasional tanpa melalui pelabuhan transit di Jakarta maupun Surabaya.
Pengiriman perdana tersebut dilakukan sebanyak 25 ton menggunakan satu kontainer 40 feet. Produk arang tempurung kelapa dikemas menggunakan karung berstandar Dangerous Goods (DG) guna memenuhi persyaratan pengiriman internasional yang ditetapkan negara tujuan. Pengiriman ini menjadi bagian dari pengapalan Direct Call SITC ke-4 yang berangkat dari Pelabuhan Bitung menuju China.
Ketua Sulut Go Ekspor, Alan Harvey Palar, menyampaikan bahwa layanan Direct Call memberikan kemudahan bagi eksportir karena memangkas rantai distribusi dan mempercepat waktu pengiriman. "Keberadaan jalur pelayaran langsung dari Bitung membuka peluang yang lebih besar bagi produk Sulawesi Utara untuk bersaing di pasar global sekaligus mendorong lahirnya eksportir-eksportir baru dari daerah," kata Harvey.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara, Adeltus Lolok, mengatakan bahwa keberhasilan ekspor langsung tersebut menjadi bukti bahwa manfaat Direct Call mulai dirasakan oleh pelaku usaha, termasuk UMKM. "Seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memastikan layanan ini tidak hanya mendukung eksportir yang telah mapan, tetapi juga membuka jalan bagi UMKM untuk mengakses pasar internasional dengan biaya logistik yang lebih efisien, waktu pengiriman yang lebih singkat, dan daya saing yang semakin kuat," papar Adeltus.
Lebih lanjut, pada pengapalan Direct Call SITC ke-4 yang dilaksanakan pada 22 Juni 2026, tercatat muatan ekspor sebanyak 114 kontainer yang berasal dari 16 perusahaan eksportir di Sulawesi Utara. Komoditas yang diangkut meliputi produk turunan kelapa, arang tempurung kelapa, kopi, produk perikanan, rempah-rempah, dan berbagai komoditas unggulan lainnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa layanan Direct Call semakin dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai sarana untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Bitung sebagai gerbang ekspor kawasan timur Indonesia.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses