Kolaborasi Pertama Penyelenggaraan Seminar Ekonomi di Universitas Sam Ratulangi oleh Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Utara dan Pemprov Sulawesi Utara
Di publish pada 21-03-2024 08:58:55
Manado, 20 Maret 2024 – Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara hadir menjadi narasumber dalam seminar bertema “Dukungan Pemerintah dalam rangka Meningkatkan Perekonomian di Sulawesi Utara” pada Selasa, (19/03).
Seminar ini diadakan oleh Kanwil DJBC Sulbagtara bersama Pemprov Sulawesi Utara di Universitas Sam Ratulangi, Manado, yang dihadiri sekitar 200 peserta yang merupakan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam seminar tersebut turut hadir juga sebagai narasumber yaitu Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A Sompie, M.Eng IPU, serta perwakilan dari perusahaan pelayaran SITC Indonesia dan Kawasan Industri Morowali.
Seminar dibuka oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi dengan membawakan materi Konsep Pertumbuhan Ekonomi. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara.
“Pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada tiga variable utama. Goverment expenditure, Ekspor dan Investasi. Oleh karena itu, Pemerintah daerah sangat membuka peluang bagi masyarakat dan investor dalam berinvestasi di Sulawesi Utara” ujar Steven Kandow.
Sulawesi Utara dapat dikatakan sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pasifk. Dari sisi geografis, Sulawesi Utara berada di bibir Samudera Pasifik sehingga sangat potensial untuk menjadi pusat perdagangan dan hub bagi Wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur menuju Kawasan Asia Timur dan Pasifik. Keunggulan geografis serta potensi sumber daya ini menjadi modal besar bagi Sulawesi Utara untuk menarik investasi terlebih dengan tersedianya penerbangan langsung Manado-Asia Timur dan Direct Call Sulut-Asia Timur melalui Pelabuhan Bitung sebagai International Hub Sea Port.
Selain investasi, untuk meningkatkan perekonomian diperlukan dukungan bukan hanya dari Pemerintah Daerah, namun juga dari Pemerintah Pusat di bidang regulasi dan kebijakan. Dalam hal ini, Kepala Kanwil DJBC Sulawesi bagian Utara menerangkan bentuk dukungan pemerintah pusat yang salah satunya adalah fasilitas fiskal.
“Fasilitas fiskal yang diberikan merupakan pembebasan atau penangguhan atas Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor atas bahan baku atau barang modal. Hal ini ditujukan untuk menarik investor berusaha di Indonesia. Terdapat beberapa bentuk fasilitas diantaranya Kawasan Berikat, Kawasan Ekonomi Khusus, Fasilitas Pertambangan Panas Bumi dan MIgas serta Gudang Berikat. Di Sulawesi Utara sendiri, telah terdapat beberapa perusahaan yang mendapat fasilitas Kawasan Berikat dan terdapat satu perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus Bitung yang telah berinvestasi dan rutin melaksanakan impor dan ekspor” – ujar Erwin.
Pelepasan ekspor langsung Sulawesi Utara melalui Hub Bitung – Asia Timur (Direct Call) pada 8 Februari lalu merupakan bentuk nyata kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Pelabuhan Bitung sebagai Hub Internasional dapat dimanfaatkan untuk menekan waktu dan biaya logistik bagi perindustrian yang ada di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Selain itu, dukungan fasilitas fiskal yang diberikan Pemerintah juga diharapkan dapat menjadi stimulus munculnya kegiatan perekonomian baru bagi Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya serta peningkatan perdagangan khususnya dari daerah Indonesia Tengah dan Timur ke Kawasan Asia-Pasifik.
“Bukan hanya hukum, ekonomi juga panglima di negeri ini. Budayakan kerja keras, kerja cerdas. Pupuk semangat, perkuat jaringan. Pastikan posisi kita kuat dalam kompetisi ekonomi ini” tutup Steven Kandow
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses