Perkuat Pengawasan dan Fasilitasi Perdagangan, Bea Cukai Sulbagtara Optimalkan Kinerja Penerimaan dan Direct Call Bitung
Di publish pada 19-05-2026 15:18:14
Manado - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Kanwil DJBC Sulbagtara) mencatat realisasi penerimaan negara sebesar Rp555,13 miliar hingga Triwulan I Tahun 2026.
Capaian tersebut telah melampaui trajectory penerimaan yang ditetapkan dan menjadi indikator positif terhadap kinerja pengawasan serta pelayanan kepabeanan dan cukai di wilayah kerja Bea Cukai Sulbagtara.
Kepala Kanwil DJBC Sulbagtara, Zaky Firmansyah, menyampaikan bahwa realisasi penerimaan tersebut telah mencapai 21,76 persen dari target tahunan sebesar Rp2,55 triliun, atau melampaui trajectory sebesar 18,30 persen.
“Capaian ini menunjukkan kinerja yang positif pada awal tahun dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui pengawasan yang efektif serta pelayanan yang semakin baik,” ujar Zaky dalam kegiatan Media Gathering.
Kontribusi penerimaan negara tersebut didominasi oleh penerimaan bea masuk sebesar Rp451,79 miliar, diikuti bea keluar sebesar Rp97,01 miliar, dan cukai sebesar Rp6,31 miliar. Dari sisi wilayah kerja, kontribusi penerimaan terbesar berasal dari Morowali, disusul Pantoloan dan Bitung.
Di bidang perdagangan internasional, aktivitas impor masih didominasi wilayah Morowali dengan nilai impor mencapai 298 juta dolar Amerika Serikat, terutama untuk komoditas batu bara dan logam dasar. Sementara itu, aktivitas ekspor tercatat melalui 3.620 dokumen ekspor dengan nilai devisa terbesar juga berasal dari Morowali yang mencapai 5,67 miliar dolar Amerika Serikat.
Adapun negara tujuan ekspor utama meliputi Tiongkok, Vietnam, India, dan Jepang dengan komoditas unggulan berupa logam dasar, baja, batu bara, gas alam, serta produk kimia.
Selain optimalisasi penerimaan negara, Bea Cukai Sulbagtara juga terus memperkuat fungsi pengawasan. Sepanjang Triwulan I Tahun 2026, Bea Cukai Sulbagtara telah melaksanakan 217 penindakan di bidang kepabeanan dan cukai. Penindakan tersebut didominasi oleh pelanggaran di bidang cukai, khususnya peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai maupun menggunakan pita cukai palsu.
“Upaya penindakan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara,” jelas Zaky.
Beberapa penindakan yang menjadi perhatian antara lain penindakan terhadap 240.000 batang rokok ilegal di Pantoloan, 29.532 batang rokok ilegal di Gorontalo, serta penggagalan penyelundupan 29 koli sianida senilai Rp1,4 miliar di Pelabuhan Bitung.
Dari hasil pengawasan tersebut, Bea Cukai Sulbagtara turut mencatat tambahan penerimaan negara yang berasal dari pengenaan sanksi administrasi. Hingga Triwulan I Tahun 2026, tercatat tambahan penerimaan sebesar Rp4,51 miliar dari 14 Surat Bukti Penindakan (SBP) di bidang kepabeanan, serta Rp1,89 miliar dari 31 SBP di bidang cukai yang berasal dari Surat Penetapan Sanksi Administrasi dan mekanisme Ultimum Remedium.
Dalam mendukung kelancaran arus logistik dan peningkatan daya saing ekspor daerah, Bea Cukai Sulbagtara juga terus mendorong implementasi direct call dari Pelabuhan Bitung menuju Tiongkok.
Menurut Zaky, program direct call diharapkan mampu memangkas waktu pengiriman serta meningkatkan efisiensi logistik bagi pelaku usaha di Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara.
Sepanjang tahun 2026, telah dilaksanakan dua kali uji coba direct call, yakni pada 9 Maret dan 8 April 2026, dengan muatan komoditas lokal berupa produk perikanan, pala, olahan kelapa, dan kertas bobin. Pengiriman selanjutnya direncanakan kembali dilaksanakan pada akhir April atau awal Mei 2026.
Selain melalui jalur laut, potensi ekspor daerah juga didukung oleh keberadaan Bandara Internasional Sam Ratulangi yang melayani rute penerbangan kargo ekspor menuju Singapura, Hong Kong, dan Guangzhou.
Ke depan, Bea Cukai Sulbagtara menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance sekaligus community protector melalui pengawasan yang optimal dan pelayanan yang semakin modern.
“Kami akan terus mendukung kelancaran perdagangan dan industri nasional, sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara melalui pengawasan yang efektif dan kolaboratif,” pungkas Zaky.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses